Covid 19 belakangan ini makin mengganas, akibat hadirnya varian Delta. Tidak hanya mengakibatkan jumlah yang terinfeksi sempat melonjak tajam, varian terbaru dari virus Corona ini juga membuat banyak anak positif Covid 19 akibat terpapar. Padahal sebelumnya disebut lebih imun terhadap Covid 19. Bahkan Indonesia menjadi negara dengan jumlah anak yang terpapar COvid 19 paling banyak di dunia, yaitu sebanyak…. anak.
Bagi Anda yang mengalami hal ini, yaitu ada anaknya yang terpapar Covid 19, jangan keburu panic. Yakinlah virus ini bisa dilawan dengan melakukan perawatan yang tepat pada anak, sehingga anak dapat segera sembuh dan kembali sehat.
Panduan Cara Merawat Anak Positif Covid 19
Berikut ini panduan bagi orang tua untuk bagaimana cara merawat anak yang harus menjalani isolasi mandiri karena terdeteksi positif Covid :
Edukasi ke Anak
Saat mengetahui anak terpapar Covid 19, orangtua jangan panik. Justru harus tenang, karena orangtua perlu memberikan edukasi ke anak mengenai Covid 19 dan mengapa anak harus melakukan isolasi mandiri. Ini agar si anak tidak khawatir dan cemas akibat terpapat Covid 19. Usahakan anak tetap tenang dan ceria berkat edukasi yang diberikan.
Baca juga : Corona Anak di Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini Cara Mencegahnya Bund!
Yang Sebaiknya Merawat Anak Positif Covid 19
- Orangtua atau pengasuh yang memiliki risiko rendah untuk bergejala berat andaikan terpapar Covid 19. Seperti mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang bagus dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Adapun yang berisiko bergejala berat seperti lansia dan yang memiliki komotbid.
- JIka memungkinkan cukup satu orangtua atau pengasuh saja yang merawat anak yang positif Covid 19.
- Orangtua atau pengasuh yang negatif COvid 19 dan harus merawat anak yang positif Covid 19, setelah anak selesai isolasi, maka orangtua/pengasuh tersebut maka harus melakukan isolasi mandiri sambil melakukan tes Covid untuk memastikan kondisinya setelah merawat.
Kondisi Anak Yang Harus Dipantau
- Suhu tubuh. Ukur suhu tubuh anak dengan menggunakan thermometer. Kondisi suhu normal antara 36-37,5 derajat celcius. Jika suhu anak tinggi segera beri obat penurun panas, jika diperlukan hubungi dokter atau pusat layanan kesehatan.
- Laju napas. Periksa laju napas si anak, caranya hitung tarikan napas selama 1 menit penuh. Nilai normal laju napas yaitu :
- Bayi < 2 bulan : <60 kali/menit
- 2-11 bulan : <50 kali/menit
- 1-5 tahun : <40 kali/menit
- >5 tahun : 30 kali/menit
- Saturasi oksigen. Ukur saturasi oksigen pada anak dengan menggunakan oksimeter. Nilai normal saturasi oksigen 95% atau lebih.
- Asupan makanan. Tetap berikan makanan bergizi tinggi dan tambahan vitamin.
- Tanda dehidrasi, terutama jika anak sulit makan atau minum.
- Gejala lain. Periksa jika muncul gejala lain yang dialami anak, seperti apakah batuk bertambah parah, gangguan penciuman, gangguan pendengaran, muntah atau diare.
- Ada penyakit penyerta atau komorbid atau penyakit yang diderita anak. Pantau kondisi penyakitnya, apakah memburuk.
Catatan :
- Lakukan pemantauan 2 kali sehari (pagi dan sore) dan lakukan pencatatan hasil pemantauan sebagai rekam jejak kesehatan anak selama isolasi.
Baca juga : Jelang Sekolah Tatap Muka , Ini Hal Penting Agar Anak Terhindar dari Covid 19
Tanda Kondisi Anak Memburuk
Perhatikan beberapa gejala pada anak berikut ini yang menjadi tanda kondisi anak memburuk :
- Anak banyak tidur, bisa jadi ini akibat kesadaran menurun.
- Laju napas cepat.
- Cekungan di dada, hidung kembang kempis.
- Saturasi oksigen <95%
- Muntah, diare dan tidak masuk asupan.
- Tanda dehidrasi.
- Tubuh kejang-kejang.
- Demam terus-menerus
- Mata memerah.
- Muncul ruam pada tubuh.
- Leher membengkak.
Catatan : Komunikasikan hasil pemantauan kepada tenaga medis, terutama bila kondisi anak memburuk.
Protokol Kesehatan Saat Merawat Anak
Bagi yang merawat anak terpapar Covid 19, harus tetap patuhi dan jalankan beberapa protokol kesehatan agar jangan sampai tertular.
- Pisahkan kamar tidur, kamar mandi dan area bermain anak yang positif Covid 19 dari anggota keluarga lainnya. Jika tidak memungkinkan, usahakan tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan anak yang sakit.
- Bila tetap menggunakan kamar mandi bersamaan, usahakan anak yang positif menggunakan paling akhir dari kamar mandi. Atau jika tidak, beri jeda waktu dengan pemakai kamar mandi berikutnya setelah sebelumnya digunakan oleh anak yang positif.
- Yang merawat di ruangan yang sama tetap harus menggunakan masker dan pelindung mata.
- Untuk anak usia 2 tahun ke atas atau yang sudah pandai menggunakan masket, dianjurkan memakai masker dengan benar.
- Berikakn istirahat menggunakan masket apabila anak di ruangan sendirian.
- Masker tidak perlu digunakan pada anak kecil saat tidur.
- Yang merawat juga harus menggunakan sarung tangan sekali pakai.
- Yang merawat harus mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah berinteraksi dengan anak yang positif.
- Tetap sebisa mungkin menjaga jarak antara yang merawat dengan anak yang sakit, terutama jika yang merawat negative Covid 19.
- Buang masker dan sarung tangan yang bekas digunakan di tempat plastic khusus dan buang di tempat sampah berbeda.
- Bila orangtua atau pengasuh juga harus mengasuh anak lainnya yang negative, harus mandi dan ganti baju terlebih dahulu.
- Cuci baju anak yang positif dan baju yang merawat secara terpisah dengan air hangat dan deterjen.
- Jangan menggunakan alat makan yang sama dengan yang digunakan oleh anak yang positif.
- Yang merawat juga harus tetap menjaga kesehatannya agar tetap dalam kondisi sehat dan fit.
Mencegah Lebih Baik
Terbayangkan kan bagaimana repotnya merawat anak yang positif Covid 19. Jadi lebih baik mencegah agar anak jangan sampai terpapar Covid 19. Caranya :
- Tidak sembarangan membiarkan anak bermain atau beraktivitas di luar tanpa memerdulikan protokol kesehatan.
- Sebagai orangtua juga harus secara ketat menjaga protokol kesehatan saat berada di luar rumah dan juga saat masuk ke rumah. Agar tidak membawa virus ke anggota keluarga.
- Tetap jaga kesehatan dan imun tubuh antar sesama anggota keluarga.
sumber : @dkijakarta

