Jika sudah tidak mengalami gejala setelah masa isolasi mandiri, bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19 meski tanpa tes PCR lagi
Sungguh menggembirakan jika bisa sembuh dari Covid 19. Karena banyak penyintas Covid 19 yang menyatakan masa isolasi mandiri atau perawatan akibat Covid 19 merupakan masa yang tidak mengenakan.
Berdasarkan Pedoman Kemenkes tentang Covid-19, seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19 jika memenuhi 2 syarat, yaitu kriteria selesai isolasi dan surat pernyataan sembuh dari dokter
Kriteria selesai isolasi :
- Tanpa gejala/gejala ringan/gejala sedang : isolasi minimal 10 hari dan tambahan 3 hari bebas gejala.
- Gejala berat/kritis : isolasi minimal 10 hari, tambahan 3 hari bebas gejala dan 1 kali swab PCR hasil negatif.
Baca juga : Kenali Gejala Covid 19, Agar Bisa Ditangani Dengan Benar
Tak Harus Swab PCR Lagi
Selama ini salah satu tanda jika dinyatakan sembuh dari Covid 19 yaitu dari tes Swab PCR yang menunjukkan hasil negatif. Namun berdasarkan Pedoman Kemenkes revisi ke-5 tentang Covid 19, menyatakan hasil tes Swab PCR tidak lagi menjadi rujukan sembuh dari Covid 19, dengan ketentuan :
- Jika Positif Tanpa Gejala
Perlu isolasi mandiri (Isoman) selama 10 hari dari mulai PCR tes-nya positif. Jika selama Isoman tetap tidak menunjukkan gejala apapun, maka sudah bisa dinyatakan sembuh dan tidak menularkan lagi. Dan tanpa perlu melakukan tes PCR lagi.
- Jika Positif Gejala Ringan
Perlu isoman selama 10 hari sejak gejala pertama kali dirasakan. Jika selama masa Isoman sudah tidak merasakan gejala lagi, tunggu 3 hari setelah selesai masa Isoman untuk memastikan tidak ada gejala yang timbul. Jika sudah, maka bisa dinyatakan sembuh tanpa perlu melakukan tes PCR lagi.
Atau jika tetap melakukan tes PCR dan hasilnya positif, tetap dinyatkan sembuh jika sudah tidak tidak ada gejala lagi. Hasil tes PCR positif tersebut bisa jadi karena mendeteksi virus yang sesungguhnya sudah mati atau sudah menjadi bangkai virus. Ini karena tes PCR tidak bisa membedakan virus yang masih aktif atau sudah mati. Bangkai virus ini nantinya akan dikeluarkan dari tubuh melalui sistem metabolisme tubuh, yang tiap orang lamanya berbeda-beda. Itulah mengapa terkadang ada yang mengalami meski sudah sembuh dari Covid 19 tapi hasil tes PCR masih positif, bahkan hingga lebih dari sebulan. Ini karena bangkai virus lama dikeluarkan oleh tubuh.
- Jika Positif Bergejala Berat
Tes PCR perlu dilakukan lagi jika pasien bergejala berat. Maka perlu tes PCR sampai hasilnya dinyatakan negatif di rumah sakit.
Baca juga : Saat Divonis Positif Covid 19, Ini Yang Harus Dilakukan
Yang harus dilakukan setelah sembuh dari Covid 19:
- Boleh kembali beraktivitas seperti sebelumnya, dengan tetap mematuhi protocol kesehatan.
- Bila masih merasa lemas, jangan paksakan beraktivitas normal. Lakukan intesitas aktivitas secara bertahap dari yang ringan hingga kondisi normal.
- Bila masih merasakan gejala sisa, rutin memeriksakan gejala ke dokter sesuai dengan gejalaya
- Bila sudah tidak ada gejala sisa, lakukan check-up rutin untuk melihat adakah gangguan organ yang diakibatkan oleh Covid 19.
- Bila sudah dinyatakan sembuh, tidak perlu melakukan tes swab PCR berkala bila tidak ada indikasi terinfeksi lagi (reinfeksi).
- Tetap patuhi protocol kesehatan dan jaga imun tubuh karena masih ada kemungkinan terinfeksi lagi.
Jika masih merasakan gejala setelah dinyatakan sembuh
Sebagian penyintas Covid 19 masih merasakan gejala ringan hingga beberapa waktu setelah dinyatakan sembuh dari Covid 19. Hal ini yang dinamakan dengan Long Covid :
- Long Covid tidak menular. Boleh tetap beraktivitas seperti biasa namun harus disesuiakan dengan kondisi badan.
- Long Covid terjadi akibat sisa gejala berupa radang atau sisa gangguan organ yang sebelumnya terserang oleh Covid 19
- Rutin control ke dokter untuk memantau kondisi
Mengapa bisa terinfeksi lagi setelah sembuh?
Penyintas Covid-19 memang akan memiliki antibodi secara alami di tubuhnya. Namun antibodi tersebut ternyata tidak bertahan selamanya. Kadarnya bisa menurun setelah 60 hari, atau ada juga yang bertahan selama 6-8 bulan.
Selain risiko tertular lagi juga bisa disebabkan adanya mutasi terbaru virus Covid-19. Varian baru inilah yang bisa mengganggu respon pengenalan antibodi terhadap virus baru ini, dan bahkan terkadang tidak dikenali oleh antibodi. Inilah yang mengapa varian terbaru Covid-19 sering disebut semakin ganas.
Baca juga : Jangan Bingung Saat Isolasi Mandiri, Ada Perawatan Kesehatan ke Rumah
Cara menjaga imun tubuh setelah sembuh dari Covid 19
- Konsumsi makanan dan minuman bergizi, yaitu yang mengandung tinggi protein dan antioksidan, serta multivitamin dan mineral.
- Istirahat/tidur yang cukup dan berkualitas (7-9 jam/hari)
- Olahraga teratur, namun disesuaikan dengan kondisi tubuh setelah sembuh.
- Kendalikan stress dengan baik, jangan sampai mengganggu fikiran dan psikis.
- Lakukan vaksinasi jika sudah waktunya.
Apakah penyintas Covid 19 perlu melakukan vakinasi ?
Jawabannya : Perlu! Alasannya karena antibodi dan sel memori yang terbentuk setelah terinfeksi Covid 19, tidak akan bertahan selamanya. Kemungkinkan untuk reinfeksi tetap ada.

