stres saat pandemi covid 19
June 30, 2026

“Asli badan gak enak banget ini…jangan sampe deh kena Covid” ujar Rini seorang penderita Covid 19 yang memberi pesan kepada temannya. Rini merupakan pegawai Bank yang terpapar Covid 19 dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Rini menceritakan apa yang dideritanya selama menjalani masa penyembuhan. Menurutnya apa yang dirasakan tubuhnya tidak karuan , mulai dari badan demam, sakit tenggorokan, badan lemas dan pegal-pegal hingga hilang indra pengecap dan penciuman.

Dengan berbagai gejala yang dirasakannya itu, lambat laun membuat Rini merasa sudah tidak kuat lagi. Hingga dia merasa stress harus menjalani semuanya. Apalagi dia harus menjalani masa isolasi ini seorang diri dan jauh dari keluarga. Dan hal itu ternyata membuat kondisi kesehatannya makin menurun.

Hal yang hampir sama juga di alami oleh Aliya, seorang tenaga kesehatan yang bekerja di salah satu fasilitas kesehatan di Jakarta Selatan. Sehari-hari dia membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan ibu hamil, pelayanan imunisasi, pelayanan KB hingga vaksinasi Covid 19.

Baca juga : Kenali Gejala Covid 19, Agar Bisa Ditangani Dengan Benar

Aliya sempat bercerita bagaimana keadaan awal-awal menghadapai pandemi Covid 19. Kala itu tenaga kesehatan masih harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang seadanya. “Seharusnya menggunakan APD level 3, tapi yang tersedia masih level 1 dan 2, bahkan terkadang menggunakan APD seadanya seperti jas hujan yang diakalin supaya tetap aman.” Ungkapnya.

 Saat ini kondisi sudah jauh membaik, APD lengkap tersedia protocol pelayanan kesehatan juga sudah diatur dengan aman. Meski begitu Aliya ternyata juga pernah terpapar Covid 19, yang disebabkan sempat menangani ibu hamil yang punya keluhan sesak napas. Teryata ibu tersebut sudah terinfeksi Covid 19 tapi tidak mengakui hal tersebut kepada tenaga kesehatan.

Namun Aliya mengaku tidak merasakan gejala apapun, baik sebelum dites dan dinyatakan positif, maupun selama menjalani masa isolasi mandiri di wisma atlet. Meski tubuhnya tidak merasakan gejala apapun, tapi justru dia merasakan beban pikiran yang berat. Aliya memikirkan keadaan keluarganya di rumah, juga teman-teman sesama nakes serta pasiennya yang pernah kontak dengannya.

Dia khawatir mereka yang pernah dekat dengannya juga ikut terpapat Covid 19, dan hal itu bisa membuatnya merasa bersalah. Karena sempat stress membuat kondisi tubuh Aliya sempat drop. Namun beruntung semua berjalan baik serta mendapat dukungan semangat dari keluarga dan teman serta asupan vitamin, membuat akhirnya Aliya berhasil sembuh. “saya merasakan adanya dukungan dan perhatian kepada saya membuat badan saya kembali sehat. Dan benar adanya, obat yang paling mempan di dunia itu adalah bahagia. Kalau bahagia, imun naik sehingga virus tidak bisa mengalahkan.” ujarnya.

Stres Terbukti Turunkan Imun

Apa yang dialami Rini dan Aliya ketika saat sedang stress membuat kondisi badan menjadi drop, ini karena stress memiliki keterkaitan dengan imun tubuh. Menurut studi yang dilakukan para ahli dari Ohio State University, menunjukkan bahwa stres dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dengan mengganggu komunikasi antara sistem saraf, endokrin (hormon) sistem, dan sistem kekebalan tubuh. Apabila ketiga sistem tersebut terganggu ‘komunikasinya’, maka akan berpengaruh pada upaya dalam melawan penyakit sehingga sulit atau lama sembuh.

Tim peneliti dari Ohio State ini juga mengatakan bahwa stres yang dialami dalam waktu yang panjang dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon stres, terutama glukokortikoid. Hormon ini dapat mengganggu aktivitas sel darah putih sebagai pertahanan tubuh terakhir. Riset lain menyebutkan 99 persen penyakit muncul akibat stress yang diakibatkan karena penurunan sistem imun atau daya tahan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Baca juga : Informasi Covid 19 Yang Ternyata Salah Selama Ini

Selain itu, penelitian lain mengungkapkan aktivitas sel T pada tubuh yang berguna untuk meningkatkan imun, ditemukan lebih rendah pada orang yang stress atau depresi dibandingkan dengan mereka yang tanpa stress atau depresi.

Itulah mengapa jika ada yang terinfeksi Covid 19, banyak teman atau keluarga yang menyarankan untuk jangan stress, tetap bahagia dan menghibur diri dengan aktivitas yang bisa menyegarkan pikiran. Karena itu semua merupakan salah satu cara agar bisa segera sembuh dari Covid 19, selain mengonsumsi vitamin dan obat-obatan yang diperlukan.